走得快和走得遠
託尼是美国一支登山队的成员,每次登山时,託尼都走在队伍的最前面。很多次,为了帮助队友,走在最前面的託尼又不得不返回来。但是不久,他又走到了最前面。无数次这样的返回,不但消耗了他的体力,也影响了他的登山成绩。託尼的梦想就是成为世界上最优秀的登山队员。他不但有着良好的体魄,还有着良好的登山技术。他想,如果跟队友们一起,只怕永远也无法实现这个梦想。经过一次次的准备,登山队员终于向美国本土的最高峰起了进攻,那就是海拔4417米的惠特尼峰。惠特尼峰位于加利福尼亚中部的红杉树国家公园,山峰西南260公里处是太平洋,上峰东面120公里处是美国的最低点,海平面以下86米的死谷。从死谷到惠特尼峰顶,土地上标写着美国大陆最低和最高的两个极点。这次託尼在上山之前就做好了独自登山的准备。出发不久,託尼便收到了要求返回的信号,可是,他却咬咬牙,没有回头。尽管要求返回的信号不断,但託尼一次也没有回复,他知道,要想获得成功,就得选择继续往上攀登。很快,託尼便登上了顶峰。站在顶峰的託尼,心里充满了一种从未有过的成功的豪情。就在这时,可怕的海啸发生了,海啸带着雪崩接踵而至。此时从惠特尼峰到死谷,都潛藏着巨大的危险。因为接到海啸预警时,託尼已经开始登山了,可是给託尼发出的返回信号又得不到回复,队友们只能冒着生命危险登山,直到找到因雪崩被抛在半山腰的託尼,队员们才迅速从山上撤了下来。为此,託尼付出了惨重的代价,虽然没有生命危险,却失去了一条腿,从此永远失去了登山的机会。
有一句名言这样说的:一个人独自行走,会走得很快,但多人结伴而行,才能走得更远。
Saturday, October 29, 2016
Tuesday, October 11, 2016
'A teacher affects eternity. He can never tell where his influence stops.'- Henry B. Adams, American historian
pg. 153
Great coaches always cite the coaches they themselves learned from.
pg. 153
Responsibility=response ability
pg.150
200ways to motivate yourself and others
how we act in private is just as important as how we are perceived in public.
pg 236
WISDOM FOR EVERYDAY LIVING
pg. 153
Great coaches always cite the coaches they themselves learned from.
pg. 153
Responsibility=response ability
pg.150
200ways to motivate yourself and others
how we act in private is just as important as how we are perceived in public.
pg 236
WISDOM FOR EVERYDAY LIVING
Saturday, October 1, 2016
Air Danau
Suatu kali, Buddha sedang berjalan dari satu kota ke kota lain dengan beberapa pengikutnya.
Ketika mendekati sebuah danau,
Buddha berkata kepada seorang pengikutnya :
"Saya haus.
Tolong ambilkan saya air dari danau itu."
Pengikutnya itu berjalan menuju danau itu.
Ketika mendekat,
dilihatnya beberapa orang sedang mencuci pakaian di danau itu,
dan baru saja sebuah gerobak yang ditarik 2 ekor sapi melintasi pinggir danau itu.
Air sekitarnya menjadi keruh dan berwarna gelap.
Pengikut ini berpikir :
"Mana mungkin memberi air keruh kepada Guru Buddha sebagai air minum?"
Iapun kembali dan menyampaikan ke Buddha :
"Airnya sedang keruh.
Saya pikir belum bisa diminum."
Waktu berlalu,
dan setengah jam kemudian Buddha memintanya kembali ke danau untuk mengambilkan air minum untuknya.
Dengan patuhnya iapun kembali ke danau.
Sekarang air danau sudah menjadi bening kembali.
Lumpurnya sudah mengendap dan air di atasnya sudah berubah jernih & siap diminum.
Iapun mengisi potnya dengan air itu.
Ketika Buddha melihatnya, ia berkata kepada pengikutnya :
"Lihatlah,
apa yg kamu lakukan utk membuat air itu jernih?
Kamu diamkan, maka lumpurnya perlahan-lahan turun dengan sendirinya,
dan kamu mendapat air yang bersih.
Begitu juga dengan pikiranmu.
Kalau sedang tidak tenang ataupun galau, diamkan saja dulu.
Beri waktu sesaat,
lalu pikiran keruhmu itu akan berubah dng sendirinya.
Tidak usah repot utk mengendapkannya.
Suatu kali, Buddha sedang berjalan dari satu kota ke kota lain dengan beberapa pengikutnya.
Ketika mendekati sebuah danau,
Buddha berkata kepada seorang pengikutnya :
"Saya haus.
Tolong ambilkan saya air dari danau itu."
Pengikutnya itu berjalan menuju danau itu.
Ketika mendekat,
dilihatnya beberapa orang sedang mencuci pakaian di danau itu,
dan baru saja sebuah gerobak yang ditarik 2 ekor sapi melintasi pinggir danau itu.
Air sekitarnya menjadi keruh dan berwarna gelap.
Pengikut ini berpikir :
"Mana mungkin memberi air keruh kepada Guru Buddha sebagai air minum?"
Iapun kembali dan menyampaikan ke Buddha :
"Airnya sedang keruh.
Saya pikir belum bisa diminum."
Waktu berlalu,
dan setengah jam kemudian Buddha memintanya kembali ke danau untuk mengambilkan air minum untuknya.
Dengan patuhnya iapun kembali ke danau.
Sekarang air danau sudah menjadi bening kembali.
Lumpurnya sudah mengendap dan air di atasnya sudah berubah jernih & siap diminum.
Iapun mengisi potnya dengan air itu.
Ketika Buddha melihatnya, ia berkata kepada pengikutnya :
"Lihatlah,
apa yg kamu lakukan utk membuat air itu jernih?
Kamu diamkan, maka lumpurnya perlahan-lahan turun dengan sendirinya,
dan kamu mendapat air yang bersih.
Begitu juga dengan pikiranmu.
Kalau sedang tidak tenang ataupun galau, diamkan saja dulu.
Beri waktu sesaat,
lalu pikiran keruhmu itu akan berubah dng sendirinya.
Tidak usah repot utk mengendapkannya.
Subscribe to:
Comments (Atom)

