Hari ini aku senang sekali, semuanya terasa berjalan begitu lancar....
Dimulai dari saat kumembuka mata di pagi hari, tak sadar ternyata jam telah menunjukkan pukul 06.45. Hari ini perkuliahan dimulai pada pukul 08.00, dan biasanya, kalau aku terbangun bangun pada pukul 06.30 saja, aku akan terburu-buru sekali. Tetapi hari ini rasanya begitu lancar, aku lalu pergi mandi, makan, dan bersiap-siap dan sama sekali tidak terburu-buru. Meskipun pada akhirnya aku berangkat dari rumah pukul 07.40, aku juga tetap tidak terlambat masuk ke kelas. Padahal biasanya, kalau berangkat pukul 07.30 saja, waktu sampai di kampus, aku harus berjalan terburu-buru, dan yang pastinya tubuh mengeluarkan banyak keringat, tapi hari ini, itu TIDAK terjadi.
Kuliah hari ini pun berjalan lancar. Setelah selesai kelas, aku pergi ke perpustakaan bersama salah seorang teman untuk mengerjakan sedikit tugas, baru setelah itu aku pulang. Hari ini, aku juga tidak lupa mengambil foto-copy-an yang di titipkan di tempat fotocopy. Saat berjalan menuju keluar, hujan rintik-rintik turun. Tentu saja aku senang karena tidak perlu berpanas-panas ria seperti biasanya, meskipun agak sedikit basah karena rintikan hujan itu (malas buka payung).
Hari ini,aku pulang tidak di jemput oleh siapapun, jadi harus pulang sendiri naik BUS. Begitu aku keluar pintu gerbang, tak perlu menunggu lama, BUS bernomor 91dan berwarna orange-biru itu pun nampak. Aku naik, dan duduk. Di dalamnya hanya ada 2 orang penumpang, seorang kenel, dan seorang sopir, dan kemudian aku sendiri. Baru kali ini, saat menaiki BUS metromini, aku merasa sangat nyaman berada di dalamnya. BUS itu tidak "ugal-ugalan" seperti layaknya BUS kota lain yang saling bersaing, bahkan si supir yang nampaknya telah berusia mendekati paruh baya, dan mengenakan kemeja putih kotak-kotak itu mempersilahkan mobil lain yang ingin mendahuluinya. Ini sungguh tidak biasa.
Hal lain mengenai si supir BUS itu yang membuat ku terkejut adalah, saat seorang penumpang, seorang wanita yang bertubuh agak gemuk, ingin turun dari BUS, supir itu dengan sopan mengatakan, "ati-ati, liat belakang ya..." Oh, ternyata masih ada supir metromini yang punya belas kasihan seperti dia. Singkat cerita, sampailah aku pada pemberhentian pertama, yaitu Pasar Kopro. Aku turun, dan supir yang sepanjang perjalanan merokok itu benar-benar menghentikan BUS-nya saat penumpangnya ingin turun. Sungguh ajaib bukan?!?!
Setelah itu, selanjutnya aku harus menaiki angkutan umum berwanra merah dan bernomorkan 12 supaya aku bisa sampai di rumah. Di Pasar itulah aku menaiki angkutan tersebut. Ini juga termasuk hal yang tidak biasa. Angkutan itu dengan segera terisi penuh, dan kemudian angkutan siap berjalan. Dan oh.....satu hal lagi yang membuah saya merasa bahwa hari ini berjalan sangat lancar adalah, angkot itu berjalan dengan kecepatan seharusnya, layaknya mobil-mobil lain. Padahal biasanya, aku harus mengelus-elus dada dulu kalau ingin menaiki angkutan itu. Pasalnya, biasanya angkutan itu berjalan sangaaaaaat lambat, seperti siput, dan di dalam hati biasanya aku sudah kesel setengah mati, rasanya ingin gantiin si supir aja deh, pasti lebih cepet sampai!!! Tapi hari ini, dengan tidak biasa, pikiran itu tidak muncul..
Dan sampai di rumah, rasanya kepingin cerita, tapi nggak tau harus cerita sama siapa, jadi yahh.....ditumpahkan saja disini....
HHmmm...andai setiap hari aku bisa bersyukur seperti ini, maka hidup akan terasa lebih ringan bukan?!?! Semoga, mulai sekarang, aku akan menghitung berkat apa saja yang sudah kuterima setiap harinya. ^^
Jadi teringat sebuah email yang dikirimkan oleh seorang teman anggota koor, bahwa Tuhan memberikan
2 kotak pada kita. Kotak yang pertama berwarna emas, dan yang lainnya berwarna hitam. Tuhan berkata: "Taruhlah seluruh kesedihanmu di dalam kotak hitam, dan segala kebahagiaanmu di dalam kotak emas." Maka aku menaruhnya pada kotak-kotak itu. Akan tetapi, setiap harinya, kotak yang berwarna emas semakin berat, sedangkan kotak yang berwarna hitam menjadi semakin ringan. Dan saat kubuka kotak-kotak itu, ternyata, kotak yang berwarna emas terisi penuh, sedangkan kotak yang berwarna hitam kosong, dan ada lubang di dasar kotak tersebut.
Maka suatu hari aku bertanya pada Tuhan, kemana semua kesedihanku? Tuhan pun menjawab: "Mereka semua ada padaKu." mengapa demikian, mengapa Engkau bemberiku kotak dengan lubang di bawahnya? Tuhan menjawab: "Anakku, kotak emas itu adalah tempat dimana kamu menghitung berkat yang kau terima,sedangkan kotak hitam itu adalah tempat dimana kamu melepaskan segala kesedihanmu."
Ya, Tuhan memang baik, jika kita memang sadar akan kebaikannya. Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan, menghibur kita di saat sedih, dan Dia tidak akan pernah melepaskan tangan kita, meskipun kita ingin melepasnya. Jadi mulai sekarang, aku akan mencoba untuk "count my blessings" setiap harinya, dan menyerahkan padaNya segala kekhawatiran ketakutan, dan kesedihanku, biar Dia dan hanya Dialah yang bekerja dalam hidupku.....
Have a good day.....^^