Tradisi pemikiran liberal adalah sebuah sejarah panjang yang dimulai oleh Yahudi ratusan tahun lalu. Dalam bukunya Tractatus Theologico-Politicus, 1670, seorang Rabbi Yahudi bernama Baruch mulai mempertanyakan keabsahan kitab Suci Yahudi. Temuan itu dikatakan Direktur Eksekutif INSISTS, Ustadz Adnin Armas, dalam diskusi Titik Temu Yahudi dan Kristen Dalam Peradaban Barat di Kajian Zionisme Internasional, Ahad (26/2) kemarin.
“Disinilah metode historis kritis terhadap kitab suci dimulai. Pelopornya adalah Baruch Spinoza, seorang Yahudi liberal. Dia menulis buku traktat politik teologis. Ini buku liberal pada zamannya,” tandasnya. Continue reading










