Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Friday, August 2, 2013

"Ibu ( Penyesalan )"

Rate postingan ini :
{[['', '']]}
{["Useless", "Boring", "Need more details", "Perfect"]}

"Le, tolong ibu di bawa ke dokter ya," pinta ibuku yang terbaring lemah di tempat tidur sempit dan tampak reyot. "Badan ibu, terasa sakit, perut ibu rasanya mual-mual terus." "Ya bu, nanti tole bawa ibu ke dokter, tapi tunggu tole gajian dulu ya bu, sekarang tole belum punya uang," jawabku walaupun dengan berat aku mengatakannya. Sebenarnya, Aku tidak ingin ibu mengetahui kondisi keuanganku. Terlalu banyak beban hutang yang aku pikul, semenjak ibu sakit. Aku tidak ingin ibu ikut susah memikirkan hal itu. "Sekarang tole pijit badan ibu saja ya." Ternyata ibu bisa mengerti. Baru sebentar aku pijit, beliau sudah tertidur. "Syukur, ibu sudah tidur dengan tenang." batinku.
Lama aku memandangi wajah tua ibu yang terlihat agak pucat. Hatiku perih, aku merasa tidak berguna ketika aku tidak bisa memberikan pengobatan yang layak buat ibu.

Tuesday, July 13, 2010

Iri Hati Merugikan Diri

Rate postingan ini :
{[['', '']]}
{["Useless", "Boring", "Need more details", "Perfect"]}



Cerita ini saya tulis sebagai contoh kecil akibat dari sifat tidak terpuji yang merugikan diri kita sendiri, yaitu sifat iri hati. Dan tulisan ini bisa untuk siapa saja, tetapi lebih saya khususkan sebagai salah satu petuah untuk anak-anak kita.

Sebutlah dua orang kakak beradik Dodo dan Didi. Dodo sang kakak berumur 12 tahun, sedangkan Didi masih 9 tahun. Didi anak yang tidak bandel dan suka mengalah, bahkan terhadap kakaknya sekalipun. Tetapi sebaliknya dengan si Dodo ini, sebagai kakak, dia malah cenderung ingin menang sendiri dan tidak mau mengalah. Dia selalu merasa iri dengan apa yang di kerjakan, di peroleh ataupun di punyai adiknya Didi.

Suatu hari ayah pulang membawa dua bungkusan kado. "Dodo, Didi kesini..! Ayah bawa oleh-oleh untuk kalian,"panggil ayah dengan senyum mengembang. Dodo dan Didi langsung berlari dari kamar mereka menuju ayah. "Apa ini yah?" tanya Dodo. "Buka saja sendiri."

Dodo dan Didi menerima pemberian ayah dengan riang. "Terima kasih ayah," ucap mereka serempak sambil berlalu kembali ke kamar.