BUBUR manado itu tampil kaya warna dan rasa. Ada warna kuning dari jagung, merah dari potongan kecil ubi, hijau dari bayam dan cokelat tua dari sambal roa nan pedas. Kami menikmatinya pada Food Lovers Festival di Pluit Village, Jakarta Utara. Sambil menikmati panorama sungai besar di muka mal yang kini terawat baik, kami menikmati bubur panas dan pedas itu di kawasan mal berupa balkon terbuka.
Festival ini dimulai pada 26 September 2014 lalu di East Mezzanine lantai 1. Kekayaan kuliner Nusantara dirayakan di sini. Berjajar-jajar, penjaja makanan legendaris yang mengusung menu dari penjuru Nusantara berjualan di sini. Selesai dengan bubur kaya warna dengan sambal juara dari Nasi Bakar Khas Manado itu, kami menjajal Nasi Ulam Misjaya yang lagi-lagi hadir meriah.
Tour Travel Agent Dan Pariwisata Indonesia By GRC Tour Service
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 November 2014
Sabtu, 19 April 2014
Kopi Jawa Barat Riwayatmu Kini
“PAK Asep, ini daun pinus sifatnya panas dan tajam, tidak baik untuk perkembangan pohon kopi. Ini juga ada hama penggeret buah, ini harus dibersihkan. Kalau tidak, buahnya saja yang merah, tapi dalamnya kosong,“ ujar Alexander Merdeka, 34, volunter dan praktisi kopi yang turut membina para petani di kawasan Desa Lamajang, Pengalengan, Jawa Barat.
“Oooo begitu, ya, Pak... Saya tak tahu. Habis bagaimana, kami juga tak punya modal pemeliharaan. Yah, jadi kalau ada dedaunan kami biarkan saja,“ jawab Asep.
Percakapan itu terjadi antara Asep (petani kopi) dan Alexander Merdeka, 34, penggiat yang membina petani kopi di kawasan tersebut. Percakapan berlangsung di tengah kebun kopi yang lokasinya sekitar 5 km dengan mendaki Gunung Tilu di Pengalengan, Jawa Barat.
“Oooo begitu, ya, Pak... Saya tak tahu. Habis bagaimana, kami juga tak punya modal pemeliharaan. Yah, jadi kalau ada dedaunan kami biarkan saja,“ jawab Asep.
Percakapan itu terjadi antara Asep (petani kopi) dan Alexander Merdeka, 34, penggiat yang membina petani kopi di kawasan tersebut. Percakapan berlangsung di tengah kebun kopi yang lokasinya sekitar 5 km dengan mendaki Gunung Tilu di Pengalengan, Jawa Barat.
Langganan:
Komentar (Atom)